Saya berkunjung ke rumah rekan, meninggalkan hp yang sedang drop dan lagi dicarge di rumah. Karena itu, saya tidak mengetahui ketika ada keributan kecil di group whatsap di mana saya sendiri adalah adminnya. Keributan itu bermula dari seseorang yang mempublikasikan foto dan video tidak senonoh di dalam group.
Atas postingan itu sontak sebagian anggota group bereaksi. Ada beberapa jenis reaksi yang ditunjukkan. Pertama, ada yang bereaksi dengan nada candaan sambil menyebut nama anggota lain untuk ikut bereaksi. Dalam sosial media ini biasa disebut dengan istilah 'mencolek' teman untuk ikut terlibat dalam reaksi.
Kedua, ada yang sekadar melihat postingan dan komentar di group tapi tidak bereaksi di dalam group melainkan di dalam status whatsapnya sendiri dengan kata-kata singkat dan sudah pasti orang lain di luar group tidak paham apa maksudnya kok tahu-tahu bikin status dengan kata-kata begitu.
Ketiga, ada yang sekadar melihat postingan dan komentar mungkin dengan nada kesal, marah, dan mengerutu sendiri tapi tidak disampaikan baik di dalam group maupun di status whatsapnya sendiri. Keempat, ada juga yang memperlihatkan reaksi marah dan mangkel dan menyampaikan langsung di dalam group dengan kata-kata tertentu yang memperlihatkan kalau dia mangkel.
Kelima, ada yang bereaksi dengan mengirimkan pesan pribadi kepada admin whatsap group (dalam hal ini saya) dan menyampaikan keberatan atas postingan tersebut bahkan meminta agar si penyebar foto itu dikeluarkan dari group. Termasuk si penyebar itu yang secara langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada admin atas postingan yang menurutnya tidak sengaja, khilaf dan sebagainya.
Dari kejadian ini, selaku admin saya melakukan beberapa tindakan berdasarkan alasan-alasan yang menurut saya logis untuk dilakukan. Pertama, untuk waktu yang belum bisa ditentukan saya segera menghapus foto dan video itu untuk semua orang dan mengubah pengaturan group whatsap dari yang awalnya publik bisa mengirimkan pesan menjadi hanya admin yang bisa mengirimkan pesan.
Alasannya sederhana; biar si pelaku penyebar foto dan video itu tidak menjadi bahan gunjingan orang-orang se group. Tentu ini bukan berarti saya mendukung penyebar konten-konten berbau porno semacam itu. Apa pun alasannya, menyebarkan konten seperti itu dilarang baik oleh agama maupun undang-undang.
Tidak membiarkan orang-orang bebas menggunjing orang lain yang berbuat salah itu juga penting. Apalagi orang itu masih dalam lingkup group kita sendiri, tetangga sendiri atau mungkin teman dan rekan kita sendiri. Memang benar dia salah dan khilaf, tapi kesalahannya juga tidak bisa dijadikan alasan pembenar bagi kita untuk menggunjing. Memangnya kita sendiri tidak pernah melakukan kesalahan!?
Kedua, beberapa orang yang mengirimkan pesan pribadi kepada saya meminta agar yang bersangkutan dikeluarkan dari group. Tapi saya dengan tegas menolak. Alasannya sederhana; group yang saya kelola adalah group saluran informasi untuk warga dan setiap warga yang berada di dalam group memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi, entah apa pun dan bagaimana pun keadaan atau tabiat mereka.
Namun demikian, ada satu hal yang perlu dicatat. Bahwa setiap group whatsap isinya bukan orang baik semua tapi juga bukan orang buruk semua, bukan orang yang pendiam semua tapi juga juga bukan orang yang cerewet semua. Ada yang suka posting gambar dan komentar yang tidak penting dan tidak serius tapi ada juga yang suka posting gambar dan komentar yang serius. Group whatsap adalah miniatur isi kepala orang-orang yang tergabung di dalamnya.
Dan saya sendiri juga tidak senang jika ada anggota group yang sering dan senang share gambar-gambar dan video tidak senonoh di dalam group. Itu seperti mempertontonkan kesukaan dia pada keburukan di depan orang lain. Itu seperti halnya orang merokok di depan orang lain di bulan Ramadhan padahal orang-orang di depannya lagi puasa. Mbok ngumpet, diem-diem nikmati sendiri aja.








