Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Di Bawah Bayang-Bayang Tatapan Mata Guru

 
 Di depan teman-temannya, Cak Sarudin bercerita dengan penuh semangat kalau sewaktu sekolah Aliyah dulu ia mempunyai seorang guru yang sangat ia hormati. 

"Namanya KH. Kamalil Irsyad. Beliau guru PPKN. Orangnya sangat sederhana. Dan cara ngajarnya sangat aneh," katanya.

"Aneh gimana?" tanya seorang temannya.

"Kalau dia ngajar, aku belum pernah melihat dia menatap murid-muridnya. Pandangannya ke bawah, ke lantai. Saat dia menjelaskan, ya tetap saja pandangannya ke lantai. Macam orang salat saja," papar Cak Sarudin.

Suasana seketika gaduh. Sekian teman-teman Cak Sarudin memberikan berbagai macam tanggapan. Ada yang berkata kalau cara ngajar demikian sama sekali tidak komunikatif. 

"Komunikatif itu nggak harus lewat kata-kata. Tatapan seorang guru itu juga bagian dari komunikasi. Ada nuansa dan resonansi berbeda yang akan dirasakan oleh murid ketika gurunya sedang melihat dan memperhatikan dia. Kalau menunduk macam itu mana ada getaran yang sampai ke mereka," katanya.

Yang lain silih berganti memberikan tanggapan. Dari sekian tanggapan itu semuanya mengarah pada satu kesimpulan: guru perlu menatap, memandang dan memperhatikan muridnya. Artinya, cara guru Cak Sarudin mengajar yang selalu menunduk adalah salah. Begitu kata mereka.

Cak Sarudin mengangguk sambil menghirup kopi dan menghisap rokok kretek kesukaannya. Lalu ia menarik napas, seperti menghimpun satu kekuatan yang akan ia gunakan saat memberikan tanggapan balik pada mereka. Lalu,

"Dengarkan oleh kalian," katanya dengan suara yang dibuat terdengar berat. "Apa pun kesimpulan yang kalian buat, itu tidak otomatis menjadikan argumen kalian benar dan apa yang dilakukan guru saya itu salah. Tak peduli teori pendidikan apa yang kalian buat.

Tetapi saksikanlah oleh kalian apa yang terjadi hari-hari ini. Beberapa lembaga pendidikan dibuat heboh oleh tindakan amoral sebagian oknum guru-gurunya. Ada yang melakukan pencabulan, ada yang melakukan perselingkuhan, yang melibatkan guru dan murid. Bagaimana semua itu terjadi kalau bukan karena dari kebiasaan melihat dan memandang yang tidak dikontrol baik-baik. 

Apa yang dilakukan oleh guru saya itu, mungkin saja adalah cara yang bisa ia lakukan untuk menjaga pandangan, menciptakan kontrol diri dalam memandang meskipun itu adalah muridnya. Setan bersemayam di dalam kelopak mata mereka yang senang memandang. Kalau tanpa kontrol yang mapan, pandangan itu akan memunculkan kesimpulan yang berujung pada keinginan-keinginan buruk.

Sering-seringlah kamu memandangi murid-muridmu. Kamu akan bisa membedakan mana yang cantik-tampan dan mana yang tidak. Setelah itu, karena ketiadaan kontrol, kamu akan mengaguminya, mencari-cari alasan untuk bisa berlama-lama berbincang dengannya, mencandainya, merayunya hinggaa....ah, sudahlah. Ini hari sudah malam. Mataku sudah sangat ngantuk. Mari kita bubar saja," tutup Cak Sarudin.

Semua teman nongkrong Cak Sarudin membubarkan diri tanpa ada sepatahkatapun yang keluar dari mulut mereka.  

Senin, 13 April 2026

Khilaf Ngeshare Konten 'Biru' di Group WA; Reaksi Mereka dan Juga Saya

 

Saya berkunjung ke rumah rekan, meninggalkan hp yang sedang drop dan lagi dicarge di rumah. Karena itu, saya tidak mengetahui ketika ada keributan kecil di group whatsap di mana saya sendiri adalah adminnya. Keributan itu bermula dari seseorang yang mempublikasikan foto dan video tidak senonoh di dalam group.

Atas postingan itu sontak sebagian anggota group bereaksi. Ada beberapa jenis reaksi yang ditunjukkan. Pertama, ada yang bereaksi dengan nada candaan sambil menyebut nama anggota lain untuk ikut bereaksi. Dalam sosial media ini biasa disebut dengan istilah 'mencolek' teman untuk ikut terlibat dalam reaksi.

Kedua, ada yang sekadar melihat postingan dan komentar di group tapi tidak bereaksi di dalam group melainkan di dalam status whatsapnya sendiri dengan kata-kata singkat dan sudah pasti orang lain di luar group tidak paham apa maksudnya kok tahu-tahu bikin status dengan kata-kata begitu.

Ketiga, ada yang sekadar melihat postingan dan komentar mungkin dengan nada kesal, marah, dan mengerutu sendiri tapi tidak disampaikan baik di dalam group maupun di status whatsapnya sendiri. Keempat, ada juga yang memperlihatkan reaksi marah dan mangkel dan menyampaikan langsung di dalam group dengan kata-kata tertentu yang memperlihatkan kalau dia mangkel.

Kelima, ada yang bereaksi dengan mengirimkan pesan pribadi kepada admin whatsap group (dalam hal ini saya) dan menyampaikan keberatan atas postingan tersebut bahkan meminta agar si penyebar foto itu dikeluarkan dari group. Termasuk si penyebar itu yang secara langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada admin atas postingan yang menurutnya tidak sengaja, khilaf dan sebagainya.

Dari kejadian ini, selaku admin saya melakukan beberapa tindakan berdasarkan alasan-alasan yang menurut saya logis untuk dilakukan. Pertama, untuk waktu yang belum bisa ditentukan saya segera menghapus foto dan video itu untuk semua orang dan mengubah pengaturan group whatsap dari yang awalnya publik bisa mengirimkan pesan menjadi hanya admin yang bisa mengirimkan pesan.

Alasannya sederhana; biar si pelaku penyebar foto dan video itu tidak menjadi bahan gunjingan orang-orang se group. Tentu ini bukan berarti saya mendukung penyebar konten-konten berbau porno semacam itu. Apa pun alasannya, menyebarkan konten seperti itu dilarang baik oleh agama maupun undang-undang.

Tidak membiarkan orang-orang bebas menggunjing orang lain yang berbuat salah itu juga penting. Apalagi orang itu masih dalam lingkup group kita sendiri, tetangga sendiri atau mungkin teman dan rekan kita sendiri. Memang benar dia salah dan khilaf, tapi kesalahannya juga tidak bisa dijadikan alasan pembenar bagi kita untuk menggunjing. Memangnya kita sendiri tidak pernah melakukan kesalahan!? 

Kedua, beberapa orang yang mengirimkan pesan pribadi kepada saya meminta agar yang bersangkutan dikeluarkan dari group. Tapi saya dengan tegas menolak. Alasannya sederhana; group yang saya kelola adalah group saluran informasi untuk warga dan setiap warga yang berada di dalam group memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi, entah apa pun dan bagaimana pun keadaan atau tabiat mereka. 

Namun demikian, ada satu hal yang perlu dicatat. Bahwa setiap group whatsap isinya bukan orang baik semua tapi juga bukan orang buruk semua, bukan orang yang pendiam semua tapi juga juga bukan orang yang cerewet semua. Ada yang suka posting gambar dan komentar yang tidak penting dan tidak serius tapi ada juga yang suka posting gambar dan komentar yang serius. Group whatsap adalah miniatur isi kepala orang-orang yang tergabung di dalamnya.

Dan saya sendiri juga tidak senang jika ada anggota group yang sering dan senang share gambar-gambar dan video tidak senonoh di dalam group. Itu seperti mempertontonkan kesukaan dia pada keburukan di depan orang lain. Itu seperti halnya orang merokok di depan orang lain di bulan Ramadhan padahal orang-orang di depannya lagi puasa. Mbok ngumpet, diem-diem nikmati sendiri aja.  

 

 

TERBARU DARI GURU

CATATAN GURU KEMARIN DULU